Jumat, 31 Agustus 2012

Pemilik Brand Zara Jadi Orang Terkaya Ketiga di Dunia

 

 

From: wolipop.detik
Posted At: Thursday, August 09, 2012 3:36 PM
Posted To: 1.bisnis
Conversation: wolipop.detik
Subject: Pemilik Brand Zara Jadi Orang Terkaya Ketiga di Dunia

 

Zara merupakan salah satu brand high street yang paling laris manis di pasaran. Tak heran jika pemilknya, Amancio Ortega kini dinobatkan sebagai orang terkaya nomor tiga di dunia.cid:a2.img

cid:emailthis2.gif

cid:bookmark.gif



cid:a2.imghttp://pi.feedsportal.com/r/139791918902/u/164/f/590270/c/33613/s/22347965/a2t.img

Read more

Media link type: image/jpg, size: 10Kb

Kamis, 26 Juli 2012

4 Orang Ini Jadi Milyuner Sebelum Berusia 30

Jakarta - Belasan juta orang menganggur di AS dan perusahaan-perusahaan memperketat pengeluarannya. Wajar jika banyak anak muda yang menyerah begitu saja karena sulitnya mencari pekerjaan. Padahal kenyataannya, kalau tidak ada perusahaan besar yang buka lowongan, kita bisa mempekerjakan diri kita sendiri.

Jadilah wirausahawan. Pelajari berbagai jenis tipe bisnis dan temukan niche dimana Anda bisa menghasilkan uang di situ. Yang dibutuhkan hanya ide dan dorongan untuk melemparnya ke pasar. Dan jika Anda pikir jadi wirausahawan usaha kecil tidak bisa menghasilkan banyak uang atau uang cepat, rasanya Anda perlu melihat orang-orang ini.

Miliuner muda ini mungkin bisa mengubah pola pikir Anda. Mereka memang bukan orang terkenal seperti penyanyi pop, bintang rap atau pemain NBA. Mereka sama seperti kita yang hanya orang biasa. Bedanya, mereka sudah menghasilkan uang satu miliar pertamanya di usia 20an, bahkan remaja!

Keempat orang ini sudah sibuk mencari dan menghasilkan uang miliaran ketika rekan-rekan sebayanya masih bekerja membuat kopi, mengantar makanan atau bermain di mal bersama teman-temannya. Siapa sajakah kelima anak muda hebat ini?

Temukan asal muasal ide, cara merintis bisnis dan bagaimana kisah mereka hingga bisa jadi miliuner sebelum berusia 30 tahun pada artikel berikut ini, seperti dilansir dari CNBC, Rabu (25/7/2012):

1. Jon Koon

img

Jadi miliuner di usia 16 tahun
Bisnis: Suku cadang otomotif, fashion

Ayah Jon Koon adalah penggila mobil. Jon muda senang melihat-lihat majalah sang ayah yaitu majalah mobil dari Jepang. Dia melihat semua mobil super keren itu dan berkata pada dirinya sendiri: "Bagaimana bisa tidak ada seorang pun yang melakukan ini di sini (AS)?

Jon, lelaki berdarah China – Amerika yang tinggal di New York City pun mengambil uang angpao US$ 5.000 (sekitar Rp 40 juta saat itu) yang dikumpulkannya selama hari raya sepanjang tahun. Jon kemudian membeli suku cadang dari supplier luar negeri, bermitra dengan mekanik lokal dan mulai mendandani mobil dengan finishing, sistem audio dan mesin mewah. Bisnis Jon ternyata sukses besar dan kemudian menjadi salah satu supplier utama untuk acara TV Pimp My Ride.

Jon bisa saja menjadi korban kesuksesannya sendiri. Ide Jon menyebar sangat cepat dan hingga hari ini setidaknya ada 60 – 70 bengkel di New York City yang menyediakan jasa mendandani ulang mobil. Tapi insting Jon sangat tajam. Dia menengok bisnis manufaktur dan membuat merek barangnya sendiri. Beberapa ada yang mewah, ada juga yang mengincar pasar di bawah US$ 10, seperti penyegar udara berbentuk roda putar.

Bisnis manufakturnya kemudian mulai menilik fashion. Hingga saat ini, bisnis manufaktur lini fashion-nya meliputi Young Jeezy 8732, kemitraan dengan artis rekaman platinum Young Jeezy dan lini denim dengan perancang Italia, Domenico Vacca.

Jon meraup uang satu miliar pertamanya di usia 16 tahun dan saat ini TyKoon Enterprises bernilai US$ 80 juta. Bahkan profitnya melonjak 500% semasa resesi.

 

2. Stewart Vernon

img

Jadi miliuner di usia 25 tahun
Bisnis: pembersihan kolam renang

Stewart Vernon dari Macon, Georgia selalu memiliki jiwa pengusaha. Sejak masih remaja, dia sudah menjalani bisnis cuci mobil dari rumah ke rumah dan bisnis lainnya. Ketika dia lulus kuliah, Stewart tahu dia ingin memulai bisnisnya sendiri dan melihat kebutuhan untuk pelayanan lebih baik di bisnis pembersihan kolam renang.

Jadilah dia menggunakan beberapa ribu dolar yang ditabungnya sejak kuliah. Pada 2011, Stewart membeli truk dan beberapa bahan kimia. Kemudian dia menghabiskan beberapa minggu 'menempel' pada seorang pembersih kolam di lingkungannya yang sudah mau pensiun. Demi meraih pelanggan, Stewart mendatangi rumah ke rumah.

Dalam empat tahun pertama, pendapatan ASP Pool and Spa berlipat ganda terus setiap tahunnya dan membuat Stewart jadi miliuner di usia 25 tahun. Saat ini, dia mewaralabakan bisnis itu, mengajar wirausahawan lain, tidak hanya tentang bisnis pembersihan kolam tapi juga tentang bagaimana jadi milyuner dalam jangka waktu lima tahun.

Ada 56 waralaba di seluruh area tenggara Georgia dan beberapa di antaranya akan merayakan hari jadinya yang kelima sekaligus US$ 1 juta pertamanya. Apa saran Stewart? "Tak peduli pekerjaan apa yang kau lakukan, antarkan produkmu dan dukung dengan layanan luar biasa. Itulah yang akan membedakan kau dengan yang lain."

 


3. Maddie Bradshaw

img

Jadi miliuner di usia 13 tahun
Bisnis: Perhiasan anak-anak dari tutup botol

Maddie Bradshaw dari Dallas, Texas mengatakan keluarganya senantiasa kreatif dan senang mendaur ulang. Ketika berusia 10 tahun, Maddie ingin mendekorasi lokernya. Jadi sang paman yang memiliki mesin CocaCola tua memberinya 50 tutup botol bekas.

Tutup botol itu dilukis kemudian ditempeli magnet. Maddie juga memberi beberapa tutup botol kreasinya sendiri pada teman-teman yang ternyata menyukainya. Maddie sangat senang dengan hasil karyanya ini hingga dia merangkai tutup botol itu jadi kalung supaya bisa dipakai kemana-mana.

Dengan bantuan dari sang ibu, Maddie menarik US$ 300 yang ditabungnya dari hadiah ulang tahun, Natal dan peri gigi lalu membeli bahan-bahan. Dia menitipkan sekitar 50 kalung yang dinamakannya Snap Caps ke toko mainan setempat. Kalung Maddie pun ludes hanya dalam hitungan jam!

Maddie berhasil memperoleh uang US$ 1 juta pertamanya di usia 13 tahun. Saat ini, m3 girl designs memiliki 40 karyawan dan telah menjual lebih dari 60.000 kalung setiap bulannya di lebih dari 2.500 outlet. Mereka juga membuat pita rambut Snap Cap dan Snap Cap "Huggers" untuk dekorasi sepatu boot Ugg.

Saat ini Maddie berusia 16 tahun dan duduk di bangku SMU. Di waktu luangnya, dia menulis buku "How to Make Millions" yang sudah keluar 1 November 2010 lalu. Maddie juga mengerjakan lini bisnis perhiasan terbarunya yang dinamai Spark of Life dan mengincar grup usia remaja.

Dia sempat bercita-cita menjadi pengacara imigrasi, jaksa paten atau publisis ketika sudah dewasa nanti. Namun dia mengakui masih memiliki beberapa tahun sebelum memutuskan. Saran dari Maddie? "Ikuti hasratmu. Jika kamu punya ide dan menyukainya, kesempatan adalah niat seseorang juga."

4. Tad Agoglia

img

Jadi miliuner di pertengahan usia 20 tahun
Bisnis: kerja pemulihan pasca bencana

Tad Agoglia (paling kanan) sebenarnya berencana jadi pendeta dan meraih gelar pasca sarjananya di jurusan teologi. Kakek buyutnya memiliki toko mekanik di Brooklyn dan Tad biasa membantu di situ. Ternyata hasratnya untuk membantu orang, dikombinasikan dengan pengalamannya bekerja kasar berhasil membuat Tad jadi milyuner.

Dia menyadari bahwa semasa bersih-bersih pasca badai besar, truk-truk tidak cukup besar untuk mengangkut puing-puing dengan cepat. Jadi Tad mengambil US$ 300.000 yang disimpannya dari macam-macam kerja sampingan seperti jadi pemotong rumput, penjaga isi bensin, pengecat rumah dan masih banyak lagi.

Tad lalu membeli bahan-bahan untuk membangun truk monster raksasa dari segala truk monster: muatannya 92 meter kubik, 20 kali lipat ukuran truk dump biasa dan punya senjata rahasia yaitu crane raksasa di atasnya untuk self-loading.

Jasa yang disediakan Disaster Recovery Solution untuk kota-kota terserang bencana sangat dibutuhkan. Tad meraih US$ 1 juta pertamanya di pertengahan usia 20. Sebagian besar dari kita mungkin akan berhenti di usia itu. Namun faktor penyayang dan peduli dalam diri Tad membuat dia frustrasi akan fakta bahwa dia harus mengambil untung dari penderitaan orang.

Akhirnya dia mengubah bisnisnya jadi non-profit yang disebut First Response Team dan kini semua jasanya digratiskan. Tad dan kawan-kawannya jadi kru nomaden, berkemah di lokasi yang diperkirakan akan dihantam badai. Ini supaya mereka bisa langsung datang di lokasi dimana korban membutuhkan bantuan.

Mereka juga memiliki alat-alat canggih sekaliber Iron Man: mega generator yang bisa menyalakan sebuah Walmart, kamera mini yang bisa menggali reruntuhan mencari korban selamat dan boat yang bisa melayang di atas tanah.

 


Minggu, 27 Mei 2012

Kiat Belanja Online Tetap Aman

TEMPO.CO, Jakarta - Tantangan besar dalam mengembangkan e-commerce di Indonesia adalah mengikis kekhawatiran masyarakat untuk bertransaksi secara online. Salah satu penyebabnya adalah penipuan bermodus jual-beli daring yang kerap terjadi.

Vice President of Marketing & Merchant Relations Multiply Andy Djiwandono berbagi tip supaya masyarakat bisa memanfaatkan layanan belanja online dengan aman dan nyaman. "Pertama adalah waspada terhadap harga yang tidak wajar, jauh di bawah harga normal," katanya di Jakarta, Kamis lalu.

Pengecualian terhadap murahnya harga suatu barang bisa diterima apabila si pembeli benar-benar mengenal penjual. “Penjual tersebut sangat bisa dipercaya,” ujar Andy.

Kedua, konsumen harus memperhatikan apakah penjual dapat dihubungi dengan mudah. Begitu pula soal reputasi si penjual yang bisa dilihat dari komentar pembeli sebelumnya.

Peringatan lainnya, Andy menambahkan, misalnya memastikan pilihan pembayaran yang memberi garansi keamanan, seperti adanya rekening bersama atau pembayaran langsung saat barang diterima (cash on delivery).

Dengan menggunakan rekening bersama, uang transaksi baru dapat diambil penjual jika barang telah diterima pembeli. "Harus lebih waspada dengan penggunaan rekening pribadi yang dipasang dalam situs, sementara kontak dengan penjual hanya bisa dilakukan via telepon," tuturnya.

RATNANING ASIH

Read more

Pelaku E-commerce Berharap Transaksi PayPal

TEMPO.CO, Jakarta - Berbelanja secara online di Indonesia kian diminati. Sayang, perubahan gaya hidup itu belum dibarengi dengan kemudahan cara bertransaksi.

Umumnya ada dua cara pembayaran yang bisa dilakukan, yakni dengan menggunakan kartu kredit dan melalui PayPal.

Di Indonesia, menurut Director Berniaga.com, Jullian Gafar, pembayaran melalui PayPal belum bisa dilakukan lantaran belum ada regulasinya. “Kami menginginkan adanya regulasi tentang PayPal ini, sehingga mempermudah transaksi online,” kata Jullian kepada Tempo, Kamis lalu.

Karena belum ada regulasinya, sistem pembayaran PayPal tidak bisa dilakukan dalam mata uang rupiah. PayPal selama ini hanya dipakai untuk transaksi ke luar negeri. “Tentu ini membuat ada devisa yang keluar,” kata Jullian, yang juga Wakil Ketua Dewan Penasihat Asosiasi E-commerce Indonesia (iDEA).

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S. Dewa Broto mengatakan transaksi pembayaran dalam e-commerce masih dibahas lebih detail dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Usulan penerapan PayPal itu sudah pernah didengar dari para pelaku e-commerce, tapi hal itu harus menunggu selesainya pembahasan RPP ITE. Menurut Gatot, soal pembayaran di e-commerce ini tidak bisa diserahkan hanya kepada aturan Bank Indonesia. Sebab, di sini terdapat aspek transaksi elektronik. “Bank Indonesia sendiri mengundang kami untuk terlibat,” katanya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika lebih menekankan pada aspek keamanan teknologi informasi. Menurut Gatot, selama ini masih terdapat dispute terkait dengan pembayaran di e-commerce.

Karena itu, kata Gatot, diperlukan pengaturan dalam rancangan peraturan pemerintah. “Pada saatnya nanti kami melibatkan Asosiasi untuk diminta pendapatnya,” katanya.

Selain aspek pembayaran, hal lain yang diperhatikan dalam jual-beli online adalah masalah perpajakan.

Daniel Tumiwa, pendiri dan Ketua Dewan Pengurus iDEA, sekaligus Country Manager Multiply Indonesia, mengatakan industri ini adalah industri masa depan, sehingga potensial sebagai sumber pemasukan negara lewat pajak.

Meski begitu, Daniel mengharapkan agar masalah pajak ini tidak diterapkan secara terburu-buru. “Tapi saya kira tidak bijak bila diberlakukan sekarang, karena industri ini masih baru tumbuh,” katanya.

Hingga saat ini, kata Jullian, Asosiasi belum melakukan pertemuan dengan Kementerian Keuangan untuk membicarakan masalah pajak ini.

IQBAL MUHTAROM | RATNANING ASIH

Read more

Kamis, 24 Mei 2012

10 Cara Mempromosikan Bisnis Online (Bag.2)

Mempromosikan bisnis online bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan mengggunakan situs jejaring sosial. Ini beberapa cara efektif yang perlu dilakukan untuk mempromosikan bisnis online Anda.cid:a2.img

Read more

Senin, 14 Mei 2012

Jogja Travel Mart Bidik Wisatawan Asia-Pasifik

TEMPO.CO , YOGYA  - Jogja Travel Mart, yang akan digelar 31 Mei-2 Juni di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, berfokus untuk membidik wisatawan negara-negara Asia Tenggara dan Asia-Pasifik. Untuk itu, pelaku wisata dari Daerah Istimewa Yogyakarta mengundang sejumlah buyer potensial dan agen wisata dari Eropa.

"Selain buyer domestik, kami mengundang buyer negara Asia-Pasifik," kata Ketua Asosiasi Tour dan Travel Indonesia DIY, Edwin Ismedi Himna, kemarin.

Ada 120 buyer yang diundang, antara lain dari Malaysia, Singapura, Thailand, Korea, Jepang, Cina, India, dan beberapa negara Eropa. Sedangkan buyer dari dalam negeri berasal dari sejumlah daerah seperti Jakarta, Bali, Surabaya, Makassar, Riau, dan daerah lainnya. Menurut Edwin, yang diundang adalah para buyer potensial.

Gelaran yang ketiga itu juga akan menghadirkan para seller dari perhotelan dan pengelola obyek wisata. "Dibanding tahun lalu, jumlah seller saat ini jauh lebih banyak. Ada 90 seller yang sudah mendaftar," kata Edwin. Dia menambahkan, buyer akan dikenalkan pada Candi Borobudur, keraton, dan lokasi lainnya. Sebagian besar dari mereka merupakan pemain baru yang belum pernah merambah Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, M. Tazbir Abdullah, mengatakan gelaran promosi itu diharapkan mampu menjual obyek wisata di Yogyakarta secara maksimal. Selain itu, objek wisata lainnya sedang dikembangkan, antara lain wisata minat khusus dan wisata alam. "Kami berharap ada kenaikan jumlah wisatawan sebesar 10 persen," katanya.

 

MUH SYAIFULLAH

Read more

Jepang Siap Membantu Pengembangan Mobil Esemka

TEMPO.CO, Surakarta-Jepang dan Indonesia punya sejarah panjang kerjasama di bidang otomotif. Terutama terlihat dari besarnya pasar otomotif produksi Jepang di Indonesia. Sehingga tidak heran jika pabrikan otomotif Jepang juga mendirikan pabrik perakitan mobil di Indonesia.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori mengatakan selama ini kerjasama kedua negara untuk memperkaya industri otomotif. “Kerjasama di bidang industri otomotif sangat penting,” katanya di Surakarta, Jumat, 11 Mei 2012.

Termasuk kerjasama yang ingin diwujudkan adalah pengembangan mobil Esemka. Dia mengaku penasaran dan ingin melihat sendiri seperti apa mobil Esemka. Setelah melihat sendiri, terutama di bagian mesin, dia memuji Esemka. “Sangat bagus,” ujarnya.

Karenanya dia berjanji akan membantu pengembangan mobil Esemka. “Saat ini saya belum bisa membayangkan, apa yang bisa kami bantu,” dia menjelaskan. Namun menurutnya Jepang akan membantu sesuai kebutuhan.

“Bidang otomotif merupakan bidang industri yang sangat penting bagi Jepang dan Indonesia. Karenanya kami akan terus menjalin kerjasama itu,” katanya.

Wali Kota Surakarta Joko Widodo mengaku belum ada pembicaraan apapun terkait pengembangan Esemka. Menurutnya Duta Besar Yoshinori sekadar ingin melihat langsung seperti apa Esemka.

“(Kerjasama) masih terlalu awal. Soalnya ini baru kunjungan pertama ke Solo,” ujarnya dalam kesempatan yang sama. Misalnya nanti dia membutuhkan bantuan untuk Esemka, akan ada permintaan resmi ke Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Tapi hingga kini belum ditentukan seperti apa bentuk bantuan yang diminta. “Kami juga belum bicara soal alih teknologi atau transfer teknologi dan sebagainya,” katanya.

UKKY PRIMARTANTYO

Read more